Tahun 2020 mungkin bisa jadi tahun terburuk bagiku karena lulus di saat waktu yang tidak tepat. mencari kerja susah, iya sih lowongan kerja ...



Tahun 2020 mungkin bisa jadi tahun terburuk bagiku karena lulus di saat waktu yang tidak tepat. mencari kerja susah, iya sih lowongan kerja banyak tapi seleksinya lebih ketat (mungkin). Perusahaan mencari talenta terbaik sebab di tengah pandemi kini pendapatan perusahaan bisa jadi menurun.

berkali-kali di hubungi untuk wawancara tapi hanya sampai pada tahap interview, ada yang ngasih kabar adapun tidak. Aku sadar diri mungkin skillku masih kurang pengalaman coding hanya sebatas ngerjain skripsi oleh sebab itu perlu upgrade skill.

sempat ada teman yang berujar "kamu sekarang belajar lagi lah kemarin kuliah ngapain aja?". hmmm yang namanya belajar itu ngk ada kata terlambat apalagi bagiku yang memegang prinsip selagi masih hidup harus mau terus belajar.

mungkin benar sih selama kuliah kurang banget aktif di kegiatan  per-coding-an, ngk memanfaatkan matkul pkl sebaik mungkin hehe.




kebetulan pas ada notif email masuk dari qoura di group serikat pekerja teknologi. ternyata ada yang bagiin postingan soal mentorship frontend cuma buat 10 orang dengan harga yang cukup terjangkau dan terhitung murah (menurutku).
tanpa babibu aku langsung ngehubungi yang buat postingan via DM twitter dan daftar.

minggu pertama mentorship dikenalkan tentang dasar html dan tools di visual code.
menurutku yang paling penting di bagian tools di visual code itu sih, kayak I've been curious all the time setiap ngeliat orang live coding "kok bisa gitu sih" but now I know tools apa yang di pake.

yang paling ku suka di mentorship ini adalah jumlah pesertanya yang sedikit jadi lebih terarah dan ada sesi mentorship 1 on 1 (walaupun aku jarang pake).

tugas yang dikasih juga seru sih (sekarang aku kecanduan frontendmentor) dan jadi beli monitor biar enak codingnya.

sekarang focus perdalam ilmu cssnya dulu sembari nunggu si masnya buka kelas javascript.

buat yang penasaran bisa ngehubungi masnya via twitter di sini

Photo by  Paul Theodor Oja  from  Pexels  "bukan sekarang tapi nanti" - mama  saat masih kecil aku sering mendengar kalimat itu be...

Photo by Paul Theodor Oja from Pexels


 "bukan sekarang tapi nanti" - mama 

saat masih kecil aku sering mendengar kalimat itu berkali-kali ketika aku meminta dibelikan sesuatu ke mama, aku membenci kalimat tersebut. Siapa yang akan menyangka, aku yang  saat ini berusia 22 tahun menjadikan kalimat tersebut penyemangat setelah berkali-kali di tolak dalam wawancara kerja. "bukan sekarang tapi nanti" menjadi pengingat bahwa mungkin aku harus terus belajar lagi.

not gonna blame the corona virus for this failure, everyone suffering too so I'm not the only one. I just need to be patience.

    

saat sedang mengerjakan skripsi saya mengalami masalah berupa pesan Access to XMLHttpRequest at 'http://127.0.0.1:8000/graph' ...


saat sedang mengerjakan skripsi saya mengalami masalah berupa pesan

Access to XMLHttpRequest at 'http://127.0.0.1:8000/graph' from origin 'http://localhost:8000' has been blocked by CORS policy: No 'Access-Control-Allow-Origin' header is present on the requested resource.


pada saat akan menggunakan API pada Laravel, saya pikir kendala ini cuma terjadi pada laptop saya dan bakal normal kalau sudah di hostingkan dan di access di ponsel, akan tetapi saat sudah di deploy masih saja muncul pesan serupa dan API nya tidak bisa dijalankan.

setelah browsing nemu beberapa solusi salah satunya menginstall add-ons pada browser tapi menurut saya solusi ini tidak worth it ketika akan digunakan pada device lain masa iya sih minta orang lain sebelum menggunakan aplikasi yang kita bangun harus nginstall add-ons dulu :(

untuk solusi kedua ini cukup menambahkan middleware pada laravel (work on laravel 5.8) lalu di dalam middleware tersebut masukkan code berikut:


public function handle($request, Closure $next)
    {
        header("Access-Control-Allow-Origin: *");
        //ALLOW OPTIONS METHOD
        $headers = [
            'Access-Control-Allow-Methods' => 'POST,GET,OPTIONS,PUT,DELETE',
            'Access-Control-Allow-Headers' => 'Content-Type, X-Auth-Token, Origin, Authorization',
        ];
        if ($request->getMethod() == "OPTIONS"){
            //The client-side application can set only headers allowed in Access-Control-Allow-Headers
            return response()->json('OK',200,$headers);
        }
        $response = $next($request);
        foreach ($headers as $key => $value) {
            $response->header($key, $value);
        }
        return $response;


    }

setelah itu masuk ke app > Http > Kernel.php


tambahkan nama middleware kalian dibawah (punya saya \App\Http\Middleware\Cors::class) kalian sesusaikan saja dengan punya kalian.

refreshhhhh dan taraaaaa aplikasi kalian akan bisa digunakan


beberapa waktu lalu penglihatanku mulai agak bermasalah jadi meskipun sudah menggunakan kacamataku tapi tetep aja penglihatanku masih burem ...

beberapa waktu lalu penglihatanku mulai agak bermasalah jadi meskipun sudah menggunakan kacamataku tapi tetep aja penglihatanku masih burem :(



terus jadi keinget kalau selama ini aku punya kartu BPJS dan belum pernah terpakai sama sekali sayang banget kalau tidak dipergunakan ya secara bapak tiap bulan udah bayar iurannya :p

karena kebetulan punya banyak waktu luang maka saya putuskan untuk periksa mata menggunakan BPJS ini. dimulai dari browsing untuk nyari info seputar apakah biaya kacamata tercover oleh BPJS atau tidak dan jawabannya adalah IYA

jadi untuk kacamatanya sendiri kita dijatah satu tahun sekali, dan untuk biaya periksa mata juga ditanggung.

berbekal informasi yang di dapat tadi saya mulai mendownload aplikasi BPJS (sekarang bernama JKN) di playstore untuk mengubah faskes saya, karena faskes saya masih menggunakan puskesmas yang ada di Nabire dan perlu di ubah di Jogja. Tapi timbul masalah lainnya ternyata kartu BPJS saya tidak aktif karena usia PPU > 21 tahun perlu di garis bawahi karena BPJS saya masih ngikut dari kantor bapak jadi yang bayar kantor bapak, akan tetapi ketika usia penerima PPU ini sudah diatas 21 diharuskan untuk membuat BPJSnya sendiri jika sudah bekerja dan jika masih sekolah atau mahasiswa bisa dilakukan perpanjangan dengan melampirkan Surat Keterangan Aktif Kuliah Asli dari kampus.

karena pembuatan suratnya memakan waktu dua hari paling cepat, barulah di hari senin saya bisa mengambilnya dan sesudah itu langsung menuju ke kantor BPJS di daerah Gedong Kuning.
untuk berjaga-jaga saya mengfotokopi surat aktif kuliah, kartu keluaga dan ktp saya.

saya datang ke kantor BPJS pukul 08.00 WIB untuk menghindari antrian panjang tentunya. sesampainya disana saya langsung menuju antrian dan disana sudah ada dua satpam yang membantu kita. saya ditanyain oleh salah satu satpam ada kepentingan apa ke BPJS lalu saya sebutkan ingin mengganti faskes serta perpanjangan ppu, lalu oleh satpam tersebut di berikan nomor antrian dan diminta untuk mengisi formulir perpindahan faskes terlebih dahulu.

oke setelah menunggu kurang lebih 10 menit nomor antrian saya di panggil dan prosesnya pun cukup mudah dan cepat saya hanya perlu memberikan surat aktif kuliah asli saya dan BPJS PPU > 21 tahun saya sukses di perpanjang untuk faskes sendiri baru bisa di gunakan satu minggu setelah saya menggantinya di kantor bpjs yakni tanggal 01 Desember.

karena saya memilih faskes di klinik cendrawasih di lanud adisutjipto maka dilakukan pemeriksaan tensi dll dan lalu saya meminta surat rujukan ke RS DKT di belakang RS Bethesda karena menurut dokternya untuk rujukan hanya bisa ke RS kelas C dan pilihannya waktu itu ada RS rajawali citra, akan tetapi saya lebih memilih di RS DKT hehe.

setelah mendapatkan surat rujukan ke esokan harinya saya mengunjungi RS DKT, melakukan pendaftaran dll

ternyata seribet itu kalau mau berobat :(. setelah selesai melakukan pendaftaran administrasi selanjutnya saya melakukan pemeriksaan mata.

sesudah itu saya di berikan resep untuk mengambil obat tetes mata dan vitamin A setelah selesai saya kembali ke loket awal pendaftaran bpjs tadi saya diberikan sebuah kertas untuk mengambil kacamata di optik yang sudah bekerja sama dengan RS DKT karena kebetulan bpjs saya kelas I maka saya mendapatkan jatah 300 ribu untuk biaya kacamata.

selanjutnya saya ke akur optik untuk melakukan pembelian kacamata harganya cukup murah ya saya hanya perlu menambahkan 50.000 karena frame yang seharga 300an tidak ada yang saya minati :(.


oke begitulah pengalaman saya #CobaCoba mencari kacamata gratis dari bpjs hehe oh iya pas pertama kali memakai kacamata baru saya sangat senang soalnya segalanya terasa lebih jelas dan cerah hahaha.